Majau: Tradisi Panen Padi Masyarakat Desa Long Temuyat

1771768173024.jpeg

Februari menjadi bulan yang dinantikan oleh masyarakat Desa Long Temuyat. Pada bulan inilah musim panen padi ladang dimulai. Dalam bahasa Kenyah, panen padi disebut majau. Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun dan hingga kini masih dilestarikan oleh masyarakat setempat.

Memasuki musim majau, suasana desa mulai berubah. Aktivitas warga lebih banyak terpusat di ladang. Sejak pagi hari, masyarakat berangkat menuju ladang untuk memanen padi yang telah menguning. Karena jarak ladang yang cukup jauh dari pemukiman, masyarakat umumnya akan menginap di pondok ladang mulai hari Senin hingga Sabtu. Sementara itu, pada hari Minggu mereka kembali ke rumah untuk beristirahat bersama keluarga sekaligus melaksanakan ibadah. Pola ini dilakukan agar pekerjaan panen tetap berjalan efektif tanpa mengabaikan kewajiban dan kehidupan sosial keagamaan masyarakat.

Majau tidak hanya sekadar kegiatan panen, tetapi juga menjadi momen kebersamaan. Biasanya, panen dilakukan secara bergotong royong. Warga saling membantu memanen padi di ladang satu sama lain. Semangat kebersamaan ini mencerminkan kuatnya nilai solidaritas dan persaudaraan di tengah masyarakat Desa Long Temuyat.

Dalam proses panen, masyarakat masih menggunakan alat tradisional. Alat utama yang digunakan adalah arit dan ileng ajau. Arit digunakan untuk memotong batang padi, sedangkan ileng ajau merupakan alat tradisional khas yang terbuat dari silet atau benda tajam lainnya yang dirangkai sedemikian rupa sehingga dapat digunakan untuk memotong padi dengan hati-hati. Penggunaan alat tradisional ini menjadi bagian dari kearifan lokal yang tetap dipertahankan hingga sekarang.


                                                                       Gambar Ileng ajau

Tradisi majau bukan hanya tentang memanen hasil ladang, tetapi juga tentang menjaga warisan budaya, mempererat kebersamaan, dan mempertahankan identitas masyarakat Desa Long Temuyat. Melalui tradisi ini, nilai gotong royong dan rasa syukur atas hasil bumi terus hidup di tengah perkembangan zaman.

Sebagai bagian dari kekayaan budaya desa, majau menjadi pengingat bahwa pertanian dan kebersamaan adalah fondasi kehidupan masyarakat Long Temuyat yang patut dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Bagikan post ini: